Hidup Mapan, atau …..?

Siapa yang tak ingin punya kekayaan yang berlimpah, rumah yang besar, mobil yang mewah serta pakaian yang indah? Pada waktu-waktu seperti ini rasa-rasanya kita bisa disebut gila jika kita bilang “aku tak mau benda-benda semacam itu” atau “yang kubutuhkan hanya cinta”. Tak salah memang, banyak orang yang memilih (atau terpaksa) untuk hidup seadanya, sesederhana mungkin dan hanya memiliki apa yang diperlukan untuk bertahan hidup saja dengan berbagai macam alasan. Alasan paling utamanya adalah “yang penting bukan banyaknya harta, tapi seberapa bahagia hidup kita”.

Tak ada yang salah dari alasan-alasan lama semacam itu. Manusia seringkali (atau selalu) menginginkan kehidupan yang mapan beserta benda-benda lain yang menunjukkan kemapanan serta kehidupan yang berkualitas. Sementara yang kita butuhkan terlepas dari kepemilikan benda-benda fisik tersebut hanyalah sahabat yang banyak, keluarga yang berbahagia, waktu yang cukup untuk dapat digunakan membantu orang lain serta secuil kebijaksanaan yang menghambat kita dari kemarahan yang tidak perlu.

Beberapa sibuk mengejar keinginannya sementara kebutuhannya menjadi tersier atau sekedar ilusi belaka. Keduanya tidak mudah untuk dimiliki, segalanya tinggal tergantung kepada kita, mau ambil yang mana: hidup mapan atau….?

Siang mendung lantai lima; Empat Februari Dua Ribu Empat Belas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s