Perang dan Upaya Manusia

Ribuan tahun sejarah manusia diwarnai oleh berbagai macam kesedihan akibat perang yang tidak berkesudahan. Kita bisa berdebat soal itu, soal relativitas atas perdamaian dunia. Yang pasti kita tidak bisa menutup mata atas fakta bahwa perang itu terjadi dan membawa orang banyak pada titik kehidupan yang tidak lebih baik dari kematian.

Soal perang, alasan dan justifikasinya tidak jauh-jauh dari ego dan kebinatangan manusia, yang terkadang berlindung di balik nama suci Tuhan atau rasionalitas manusia sebagai homo economicus. Kita juga dapat berdebat bagaimana perang telah menjadi jalan untuk kemajuan teknologi, setelah ilmuwan dan cendekiawan dipaksa memutar otak untuk menemukan jalan paling efektif dalam rangka membunuh manusia lainnya.

Kita tidak bisa kabur dari kenyataan sejarah tentang bagaimana manusia menghabiskan begitu banyak usaha dan tenaga untuk membunuh manusia lainnya selama ribuan tahun. Ya, dan akhirnya kita sampai pada dunia yang modern sebagaimana sekarang ini. Bayangkan jika di rentang waktu yang sama ini manusia menghabiskan usaha dan tenaganya untuk membantu manusia lainnya, memberi makan yang miskin, menolong yang kesusahan dan memperhatikan mereka yang terlantarkan.

Utopis? Bisa jadi.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa dunia butuh kejahatan sehingga ada kebaikan, dan sebaliknya. Tapi kita tidak pernah selesai dihadapkan pada dua pilihan: menjadi baik atau menjadi jahat. Keduanya manusiawi, tak selamanya kita bisa ada di satu sisi tanpa pernah menyambangi sisi lainnya. Pada akhirnya semua tinggal bagaimana kita memilih dengan tepat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s