Soal Derita, Mungkin.

Aku tak tahu bagaimana dinginnya Berlin di musim dingin pada waktu terang baru berakhir. Saat mereka yang kejam didompleng dari kekuasaannya dan mereka yang tertindas kini menghirup udara kebebasan. Aku juga tak akan pernah tahu bagaimana koyaknya kebahagiaan saat mereka yang pulang tak lagi menemui rumahnya sebagaimana dahulu. Saat seorang ibu yang kehilangan anaknya akibat mati tertimbun reruntuhan dari bom yang berjatuhan berdiri di kamar kosong berantakan tempat anaknya dulu tidur.

Aku tak akan pernah tahu bagaimana sakitnya menahan lapar saat menunggu tanpa kepastian di tenda-tenda putih di Darfur pada saat siang yang terik. Ketika senjata diangkat dan mereka yang zalim mengusir jutaan manusia dari rumahnya. Aku juga tak akan pernah tahu pedihnya hidup seorang bocah yang melihat ibu dan ayahnya dibungkus kafan lusuh. Saat kedua orangtuanya terpaksa menyerah melindunginya dari peluru yang berterbangan di sana-sini.

Mungkin, soal derita aku tak akan pernah tahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s