Catatan (akhir) Pemira 2014

Saya masih mengingat akhir tahun 2011, di pagi buta yang sejuk setelah hujan saya memacu sepeda motor saya dengan kencang menuju kos-kosan dan dengan tawa yang manik saya membangunkan tetangga-tetangga saya sembari teriak-teriak “Bunderan jatuh! Bunderan Jatuh”. Saya baru saja pulang dari Gelanggang, tempat penghitungan suara Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) 2011 dengan dipenuhi rasa gembira dan puas. Hari itu kami mencetak sejarah, kami memenangkan, untuk pertama kalinya, Pemira UGM setelah bertahun-tahun BEM KM UGM berada di bawah rezim Bunderan dan KAMMI. Hari itu adalah hari yang sangat manis, kebahagiaan dan kebanggan waktu itu tidak mudah untuk dilupakan.

Saya juga masih ingat betul bagaimana getirnya kekalahan di Pemira 2012 sebagaimana saya juga ingat betul pahitnya kemenangandi Pemira 2014.

Hari ini, kita berdiri dalam kekalahan yang membanggakan. Kalah dengan kepala tegak.

– –

Paulo Coelho dalam tulisannya yang indah mengatakan:

Lalu tetanggaku Yakob berkata:  “Ajari kami tentang kekalahan.”…

…Dan dalam siklus itu tak ada yang menang maupun yang kalah; yang ada hanyalah tahap-tahap yang mesti dijalani. Setalah hati manusia memahaminya, dia pun bebas dan sanggup menerima masa-masa sulit dan tak akan terlena oleh saat-saat penuh kemenangan. Namun, apabila kemenangan itu bukan milik mereka kali ini, maka masih ada lain kali. Dan kalau bukan lain kali, maka masih ada lain kali berikutnya. Yang terpenting adalah: bangkit kembali…

…Aku disini untuk memberitahu kalian bahwa ada orang yang belum pernah kalah: mereka yang tak pernah bertempur. Mereka yang kalah adalah mereka yang tidak pernah gagal. Kalah berarti kita bertekuk lutut dalam peperangan atau pertempuran. Gagal berarti kita tidak meneruskan pertempuran.  Hanya yang kalah, yang menyerah. Orang-orang lainnya adalah pemenang…

– –

Di sanalah kita berdiri hari ini. Kita tegak berdiri setelah bertarung selama setahun penuh, mencoba membuktikan kepada dunia, dan terlebih kepada diri kita sendiri bahwa ide dan itikad baik kita memang layak diperjuangkan. Kita berdiri setelah kita melalui kontestasi ide dengan mempertahankan idealisme kita untuk menggunakan cara-cara bersih dan terhormat. Kita berdiri setelah berhasil membuktikan kepada diri kita sendiri, dan kepada sahabat-sahabat yang bertarung bersama kita bahwa kekuatan politik tidak hanya didapatkan dari intrik dan tipu muslihat. Kita berdiri setelah berhasil membangun ide dan menumbuhkan jiwa-jiwa kuat yang peduli untuk membangun wajah baru politik kampus.

Mungkin kita kalah dalam pertempuran yang satu ini, tapi kita belum kalah dalam peperangan. Yang terpenting buat kita adalah kita menerima hasil kerja kita sebagai reward yang pantas untuk segala usaha kita, dan tidak pernah berhenti berjuang untuk apa yang kita percaya.

– –

Seorang Jenderal Jerman di akhir Perang Dunia II berkata ke prajuritnya:

With each other in dire moments
Have seen death and suffering
I am proud to have shared with each and everyone of you
You deserve long and happy lives in peace.

– –

Begitu banyak hal yang berubah dari FLP UGM sejak awal didirikan hingga tujuh tahun kemudian, di hari penuh syukur ini. Namun ada dua hal yang tidak pernah berubah: (1) Bahwa modal terbesar FLP UGM adalah kualitas manusianya, dimana setiap anggotanya adalah insan-insan yang memiliki bakat dan kemauan belajar besar serta memiliki standar moral yang tinggi; dan (2) Bahwa dalam setiap geraknya FLP UGM selalu mengedepankan pengabdian dan idealisme untuk sesama mahasiswa dan masyarakat sekitar. Kiranya kita tidak boleh melupakan itu.

Satu dalam kebersamaan, bersama dalam pengabdian, mengabdi dalam idealisme. Terima kasih kawan-kawan.

– –

Minggu 14 Desember 2014 – Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM

Abie Zaidannas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s