Bandara Pagi Hari

image

Ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri katanya. Delapan belas tahun saya hidup di Jakarta dan empat tahun belakangan bolak-balik Jakarta – Jogja, saya kira Jakarta belum begitu ramah pada saya. Sampai pada pagi buta ini saya yang tanpa tidur harus mengejar pesawat jam empat pagi.

Semua dimulai dari sapaan ramah petugas Bus Damri. Keberangkatan pertama Bus Damri jam 3 pagi, berarti para petugas harus siap setidaknya dua jam sebelum keberangkatan. Mereka masih saja tersenyum ramah dan berbagi tawa dengan para penumpangnya. Menjawab ucapan terima kasih dengan antusias saat saya turun dari bus.

Tak lama setelah itu, saya disapa oleh seorang petugas Angkasapura, yang nampaknya seumuran dengan saya. Pagi buta kami sudah bertukar senyum dan menemukan kesamaan-kesamaan di antara kami. Alhasil, kami mendoakan semoga sukses pada satu sama lain.

Sekarang saya menulis di samping seorang yang baru saja membeli tiket penerbangan ke Jogja karena temannya harus dioperasi pagi ini. Tak lama kami mengobrol di antrian boarding dia sudah menawarkan tiket gratis berwisata di Ciater, Bandung.

Mungkin Jakarta memang kejam, tapi di waktu dan tempat yang tepat kita masih bisa menemukan senyum dan keramahan tersembunyinya.

Terminal 3, 19 Januari 2015
Abie Zaidannas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s