Ibu Rental

Malam ini saya membereskan beberapa dokumen terserak di atas meja kerja saya di rumah. Saya menemukan sebuah blocknote kuning, yang di dalamnya ada beberapa catatan kuliah tahun 2012 dulu.

Ada 2 paragraf singkat di akhir salah satu halaman tertanggal 12 Mei 2012:

“Tempo hari saya bertemu seorang ibu tua yang saya tak pernah ingat siapa namanya. Ia mengabarkan bahwa kakaknya telah meninggal dunia. Saya ingat betul siapa kakaknya, yang saya juga tak pernah tahu siapa namanya. Saya hanya ingat, saya dan adik saya biasa memanggilnya ‘ibu rental’.

Ibu rental memiliki kios kecil di pinggir jalan Pasar Jumat, menyediakan jasa rental komputer dan printer. Sayangnya, semua peralatan ibu ini sama seperti pemiliknya, sudah renta. Banyak virus yang membuat komputer lamanya semakin lambat. Saya selalu mengira ibu ini hamil, sampai saya tahu dari ceritanya, bahwa gemuk di badannya adalah tumor. Selamat jalan bu, semoga engkau tenang di sisi-Nya.”

– – –

Sudah lewat 10 tahun sejak kali pertama saya masuk ke kios kecil tak terawat milik Ibu Rental. Ibu itu hampir buta dulu waktu pertama kali saya bertemu beliau. Saya biasa meluangkan 10-15 menit saya setelah mencetak tugas sekolah saya di sana untuk berbincang dengan beliau. Terkadang membantu beliau untuk membersihkan virus di komputernya, atau sesekali waktu melayani pelanggan yang datang untuk mencetak beberapa lembar dokumen di sana, atau bahkan membawa pulang pekerjaan ketikan yang diterima ibu rental. Rasa-rasanya saya seperti pegawai di sana, belajar bekerja untuk pertama kalinya.

Saya masih ingat beberapa cerita dari ibu rental. Satu yang paling saya ingat adalah cerita tentang tragedi 65 di wilayah Pasar Jumat, cerita tentang tentara yang membawa kepala desa akibat ia memiliki senapan buatan Tiongkok di bawah ranjangnya.

Sekarang ibu rental sudah lebih dari 5 tahun meninggal. Saya sendiri terakhir bertemu dengannya sekitar tahun 2009, setelah itu saya jarang mencetak tugas di sana sejak saya bisa mencetak tugas di sekolah. Di tahun itu juga kios rental komputer miliknya tutup dan dijual. Saya tidak pernah berkesempatan bertemu beliau lagi.

Semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin.

Yogyakarta, 29 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s