Malam

Malam datang dan sebagian besar manusia pergi ke peraduan untuk beristirahat. Beberapa akan terbangun di pagi (atau siang) hari, dan beberapa lainnya tidak akan pernah membuka matanya lagi karena kembali kepada Tuhannya.

Sebagian baru saja meninggalkan rumah dan bersiap memulai harinya. Beberapa orang memilih hidup di malam hari karena mereka tak punya pilihan lainnya. Sebagian lainnya, yang cukup beruntung (atau sial, kita tidak pernah tahu) memilih untuk hidup di malam hari karena benci dengan kegaduhan siang hari yang penuh dengan perebutan ini-itu dari dunia. Mereka yang mencintai malam paham betul bahwa di malam hari, cinta menjadi lebih semerbak. Dari cinta seorang ibu yang bersiap menidurkan anaknya hingga cinta dua orang pezina di hotel murahan di seberang terminal.

Sayangnya, seringkali dunia tidak berpihak kepada orang-orang malam. Namun, orang malam tidak pernah ambil pusing karena malam telah menjadi dunia baru untuk mereka. Dunia yang tenang, nyaris tanpa ekspektasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s