Mary Jane Veloso

Mari kita berhenti sejenak dan sedikit meratap untuk mereka yang dipersetankan nasib dan nyaris kehilangan harapan akan jawaban yang tinggal sejengkal jaraknya. Karena bukan hanya satu-dua orang yang berdiri di titik nadir sekarang, dan mereka butuh sedikit dorongan dari ujung jari kita untuk pindah dari titik nadirnya.

Malam ini adalah titik harapan untuk seorang ibu yang dipersetankan nasib. Kepolosan hampir saja menempatkan dirinya di ujung senapan. Mary Jane Veloso namanya, saya tidak banyak mengikuti perkembangan beritanya. Hingga saja malam ini pemerintah menghentikan sementara hukum tembak mati untuknya. Malam ini jadi pengingat bahwa sebuah nyawa, layak untuk diselamatkan.

Whether the execution pushes through or not, I am confident that God doesn’t sleep and that he will make sure justice will prevail. – M. Jane Veloso.

Monyet-Monyet Kecil

Alkisah di negeri antah berantah, dibangunlah sebuah sekolah untuk monyet-monyet kecil, setidaknya begitulah si pembuat sekolah menyebut anak-anak yang belajar disana. Entah, apakah kata ‘belajar’ cocok untuk menggambarkan keriuhan di sekolah berbentuk bulat tersebut. Yang pasti, sekolah ini bukan sekolah biasa karena ada tiga┬áhal yang tidak dimiliki sekolah lainnya: 1) Kepala sekolah yang visioner; 2) Arsitek yang jenius; dan 3) Sistem yang memungkinkan kedua faktor pertama bertemu dan melebur menjadikan sekolah ini luar biasa.

Selamat menikmati :)